Trading
Memahami Cara Kerja Automated Market Maker (AMM): Revolusi dalam DeFi dan Pertukaran Kripto
9 minute read · Published October 1, 2024

Automated Market Maker (AMM) adalah protokol yang memfasilitasi perdagangan aset digital di platform pertukaran terdesentralisasi (DEX) dengan menggunakan algoritma otomatis. Alih-alih menggunakan buku pesanan tradisional yang menempatkan pesanan beli dan jual di bursa, AMM menggunakan pools likuiditas yang terdiri dari pasangan aset untuk memfasilitasi perdagangan.
Dunia cryptocurrency dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) telah melihat perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu inovasi terbesar yang memicu pertumbuhan ini adalah Automated Market Maker (AMM). AMM adalah konsep revolusioner yang mengubah cara kita melakukan perdagangan aset digital dengan menghilangkan kebutuhan akan buku pesanan (order book) tradisional dan perantara dalam pertukaran. Sebagai hasilnya, AMM telah menjadi fondasi bagi banyak platform DeFi, seperti Uniswap, Sushiswap, dan Pancakeswap.. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu AMM, bagaimana cara kerjanya, berbagai jenis AMM, serta keuntungan dan tantangan yang dihadapi teknologi ini dalam ekosistem DeFi dan kripto. Apa Itu Automated Market Maker (AMM)? Automated Market Maker (AMM) adalah protokol yang memfasilitasi perdagangan aset digital di platform pertukaran terdesentralisasi (DEX) dengan menggunakan algoritma otomatis. Alih-alih menggunakan buku pesanan tradisional yang menempatkan pesanan beli dan jual di bursa, AMM menggunakan pools likuiditas yang terdiri dari pasangan aset untuk memfasilitasi perdagangan. AMM memungkinkan siapa saja untuk menjadi penyedia likuiditas (LP) dengan menambahkan aset mereka ke pool likuiditas, yang pada gilirannya memungkinkan pengguna untuk menukar aset di platform tanpa memerlukan pihak ketiga. Likuiditas yang disediakan oleh LP ini memastikan bahwa perdagangan dapat terjadi dengan mulus dan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan pertukaran tradisional. Bagaimana AMM Berbeda dari Bursa Terpusat (CEX)? Di bursa terpusat (CEX) seperti Binance atau Coinbase, harga aset ditentukan berdasarkan pesanan beli dan jual di buku pesanan. Proses ini melibatkan perantara yang menjalankan perdagangan atas nama pengguna. Sebaliknya, di AMM, harga aset ditentukan oleh algoritma dan likuiditas yang disediakan oleh pengguna lain, tanpa keterlibatan pihak ketiga. AMM tidak memerlukan pencocokan pesanan antara pembeli dan penjual. Sebaliknya, pengguna dapat langsung menukar aset mereka dengan aset lain yang tersedia di pool likuiditas, di mana harga ditentukan secara otomatis oleh algoritma. Bagaimana Cara Kerja Automated Market Maker (AMM)? AMM bekerja berdasarkan algoritma matematika yang mengatur harga aset di pool likuiditas. Salah satu algoritma paling umum yang digunakan dalam AMM adalah Constant Product Formula. Algoritma ini memastikan bahwa produk dari dua aset dalam pool likuiditas tetap konstan, terlepas dari perubahan jumlah salah satu aset. 1. Constant Product Formula: ((x) times (y) = k) Constant Product Formula adalah dasar dari banyak AMM, termasuk Uniswap. Di sini, (x) dan (y) mewakili jumlah dua aset dalam pool likuiditas, dan (k) adalah nilai konstan. Misalnya, dalam pool ETH/USDT, jika jumlah ETH dalam pool berkurang karena perdagangan, jumlah USDT akan meningkat untuk menjaga nilai produk (x \times y) tetap konstan. Formula ini memastikan bahwa semakin besar jumlah aset yang diperdagangkan, semakin besar dampaknya pada harga aset tersebut di pool. Akibatnya, perdagangan dalam jumlah besar dapat menyebabkan "slippage" yang lebih tinggi, di mana harga aktual perdagangan berbeda dari harga yang diharapkan. 2. Liquidity Pools Pada intinya, AMM bergantung pada liquidity pools. Liquidity pools adalah kumpulan dua aset yang disediakan oleh pengguna (penyedia likuiditas atau LP) untuk mendukung perdagangan di platform AMM. Misalnya, pada pool ETH/USDT, LP menambahkan ETH dan USDT ke pool untuk memungkinkan perdagangan antara kedua aset tersebut. Sebagai imbalannya, LP menerima bagian dari biaya perdagangan yang dihasilkan dari aktivitas di pool tersebut. Biaya ini biasanya ditambahkan ke pool dan didistribusikan kembali ke LP sesuai dengan proporsi kontribusi mereka terhadap pool. 3. Harga Dinamis dan Slippage Di AMM, harga aset tidak tetap dan berubah secara dinamis berdasarkan aktivitas perdagangan di pool likuiditas. Karena AMM menggunakan algoritma untuk menentukan harga, perdagangan dalam jumlah besar dapat menyebabkan "slippage" yang lebih tinggi, yaitu perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga sebenarnya yang diterima. Slippage terjadi karena perubahan proporsi aset di pool akibat perdagangan. Semakin besar volume perdagangan relatif terhadap ukuran pool, semakin besar slippage yang terjadi. Jenis-Jenis Automated Market Maker (AMM) AMM telah berkembang menjadi berbagai bentuk, dengan berbagai algoritma yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dalam ekosistem DeFi. Berikut adalah beberapa jenis AMM yang paling umum digunakan: 1. Constant Product AMM (CPAMM) Constant Product AMM, seperti yang digunakan oleh Uniswap, menggunakan formula (x times y = k) untuk menjaga keseimbangan antara dua aset dalam pool likuiditas. Ini adalah salah satu jenis AMM yang paling sederhana dan paling umum digunakan. Contoh protokol lain yang menggunakan CPAMM adalah Sushiswap dan Pancakeswap.. 2. Constant Sum AMM Constant Sum AMM adalah jenis AMM yang lebih jarang digunakan, di mana jumlah kedua aset dalam pool likuiditas selalu tetap. Algoritma ini lebih cocok untuk stablecoin, di mana harga tetap sama tanpa fluktuasi yang signifikan. Namun, kelemahannya adalah AMM ini rentan terhadap kehabisan likuiditas dalam kondisi tertentu. 3. Stable Swap AMM StableSwap AMM dirancang untuk memungkinkan perdagangan antara aset yang nilainya cenderung stabil, seperti stablecoin (misalnya, DAI, USDC, dan USDT). Algoritma ini mengurangi slippage dan biaya perdagangan, karena pergerakan harga relatif antara aset yang diperdagangkan biasanya minimal. Curve Finance adalah contoh utama dari protokol yang menggunakan Stable Swap AMM. 4. Hybrid AMM Hybrid AMM menggabungkan berbagai elemen dari jenis-jenis AMM yang berbeda untuk memberikan fleksibilitas lebih besar dalam perdagangan berbagai jenis aset. Misalnya, Balancer adalah protokol yang memungkinkan lebih dari dua aset dalam satu pool likuiditas dan menggunakan formula yang disesuaikan untuk menjaga keseimbangan antara aset tersebut. Keuntungan Automated Market Maker (AMM) AMM menawarkan berbagai keuntungan yang telah membuatnya sangat populer dalam ekosistem DeFi. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari AMM: 1. Desentralisasi dan Kemandirian AMM memungkinkan perdagangan aset digital tanpa memerlukan perantara terpusat. Ini memberdayakan pengguna dengan kendali penuh atas aset mereka dan mengurangi risiko terkait dengan bursa terpusat, seperti peretasan atau kegagalan. 2. Likuiditas yang Terus Tersedia Dengan AMM, likuiditas selalu tersedia karena perdagangan dilakukan terhadap pool likuiditas. Ini berbeda dengan bursa terpusat di mana perdagangan dapat terhambat jika tidak ada penjual atau pembeli yang cocok. AMM memastikan bahwa pengguna selalu dapat berdagang dengan mengandalkan likuiditas yang disediakan oleh pengguna lain. 3. Aksesibilitas yang Lebih Luas Siapapun dapat menjadi penyedia likuiditas dan berpartisipasi dalam ekosistem DeFi dengan menambahkan aset mereka ke pool likuiditas. Ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mendapatkan imbalan dari biaya perdagangan, tanpa memerlukan keterampilan atau pengalaman perdagangan yang mendalam. 4. Penghapusan Kebutuhan akan Buku Pesanan AMM menghilangkan kebutuhan akan buku pesanan yang rumit, yang biasa digunakan di bursa tradisional. Sebagai gantinya, harga aset diatur secara otomatis oleh algoritma, membuat pengalaman perdagangan menjadi lebih sederhana dan mudah diakses oleh semua pengguna. Tantangan dan Risiko AMM Meskipun AMM memiliki banyak keuntungan, teknologi ini juga menghadapi beberapa tantangan dan risiko yang perlu diperhatikan oleh pengguna dan pengembang: 1. Impermanent Loss Impermanent loss adalah salah satu risiko utama bagi penyedia likuiditas di AMM. Ini terjadi ketika harga aset yang disediakan oleh LP berubah secara signifikan dari saat aset tersebut dimasukkan ke dalam pool. Jika LP menarik likuiditas mereka ketika harga aset telah berubah, mereka mungkin menerima nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan jika mereka hanya menyimpan aset tersebut. 2. Slippage yang Tinggi Slippage adalah masalah umum dalam AMM, terutama ketika perdagangan besar dilakukan di pool likuiditas yang relatif kecil. Perdagangan dalam jumlah besar dapat menyebabkan perubahan harga yang signifikan, yang pada akhirnya dapat merugikan pengguna yang melakukan perdagangan. 3. Risiko Kontrak Pintar AMM bergantung pada kontrak pintar untuk mengelola likuiditas dan perdagangan. Jika kontrak pintar memiliki bug atau rentan terhadap serangan, ini dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi pengguna dan penyedia likuiditas. Oleh karena itu, audit keamanan yang menyeluruh sangat penting untuk menjaga integritas protokol AMM. 4. Persaingan Antar-Protokol Dengan semakin banyaknya platform AMM yang bermunculan, persaingan antar-protokol dapat menyebabkan fragmentasi likuiditas, di mana likuiditas tersebar di berbagai platform. Ini dapat mengurangi efisiensi perdagangan dan meningkatkan biaya bagi pengguna. Masa Depan Automated Market Maker (AMM) Automated Market Maker (AMM) telah menjadi salah satu pilar utama ekosistem DeFi, dengan pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, teknologi ini terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan tantangan yang muncul. Beberapa arah perkembangan AMM di masa depan meliputi: 1. Pengembangan Algoritma yang Lebih Canggih Algoritma AMM terus disempurnakan untuk mengurangi risiko, seperti impermanent loss dan slippage, sambil meningkatkan efisiensi perdagangan. Pengembangan algoritma yang lebih canggih dapat membantu meningkatkan kinerja AMM dan menarik lebih banyak likuiditas ke platform DeFi. 2. Interoperabilitas Lintas Chain Dengan munculnya berbagai blockchain yang mendukung DeFi, interoperabilitas lintas chain menjadi semakin penting. AMM di masa depan kemungkinan akan mengintegrasikan dukungan lintas chain, memungkinkan pengguna untuk berdagang aset di berbagai blockchain tanpa batasan. 3. Likuiditas Agregasi Untuk mengatasi fragmentasi likuiditas, beberapa platform AMM dapat mengadopsi pendekatan agregasi likuiditas, di mana likuiditas dari berbagai protokol digabungkan untuk memberikan pengalaman perdagangan yang lebih baik bagi pengguna. Implementasi AMM dalam DeFi AMM telah menjadi komponen utama dalam berbagai protokol DeFi, seperti: - Decentralized Exchange (DEX): DEX seperti Uniswap, Sushiswap, dan Pancakeswap menggunakan AMM untuk memfasilitasi pertukaran aset kripto. - Yield Farming: AMM digunakan untuk menyediakan likuiditas ke pool dan memberikan imbalan kepada penyedia likuiditas. - Synthetics: AMM digunakan untuk menciptakan aset sintetis yang mereplikasi harga aset dunia nyata. Kesimpulan Automated Market Maker (AMM) telah merevolusi cara kita melakukan perdagangan aset digital dengan membawa inovasi yang radikal ke dalam dunia keuangan terdesentralisasi. Dengan menghilangkan kebutuhan akan perantara dan buku pesanan tradisional, AMM telah membuka pintu bagi siapa saja untuk berpartisipasi dalam perdagangan kripto dan menyediakan likuiditas di ekosistem DeFi. Meskipun AMM menghadapi tantangan seperti impermanent loss, slippage, dan risiko kontrak pintar, potensinya untuk mengubah cara kita berdagang aset digital tetap sangat besar. Seiring dengan perkembangan teknologi blockchain dan peningkatan dalam algoritma AMM, masa depan perdagangan terdesentralisasi terlihat cerah. Bagi pengguna yang mencari akses mudah dan tanpa perantara ke dunia DeFi, AMM adalah inovasi yang layak untuk dijelajahi. Seiring dengan semakin banyaknya platform AMM yang bermunculan, pengguna dapat menikmati pengalaman perdagangan yang lebih efisien, aman, dan terdesentralisasi. Anda tertarik untuk menjadi seorang trader kompeten? Dapatkan pemahaman yang kuat tentang analisis teknikal dengan bergabung bersama kami di Sailly Trading Hub! Dalam dunia trading dan investasi, pemahaman yang kuat tentang analisis teknikal adalah kunci kesuksesan. Dengan Sailly Trading Hub, Anda akan memiliki akses ke:
Edukasi Komprehensif: Bangun fondasi yang kokoh dalam konsep dasar hingga menengah dalam trading. Dapatkan akses ke materi edukasi, tutorial, dan webinar yang disusun secara khusus untuk meningkatkan keterampilan trading Anda.Analisis Teknikal: Bergabunglah dalam diskusi yang memikat, ajukan pertanyaan, dan ikuti obrolan langsung dengan sesama trader dan mentor. Sailly Trading Hub bukan hanya sekadar komunitas, tetapi ruang kolaboratif di mana pengetahuan dibagikan dan pertemanan terjalin.Dukungan Eksklusif: Tingkatkan produktivitas Anda dengan acara harian dan mingguan kami. Bergabunglah dalam sesi live di mana para analis berpengalaman membahas secara mendalam tentang pasar forex dan cryptocurrency secara real-time.
Bersama Sailly Trading Hub, Anda akan mendapatkan:
Komunitas Telegram: Bergabunglah secara gratis dan ikuti berbagai diskusi dan informasi terbaru tentang trading dan investasi.Pelatihan E-Learning: Ikuti kursus eksklusif kami untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang trading.Premium Membership Program: Dapatkan akses eksklusif ke berbagai keuntungan dan manfaat dengan keanggotaan premium kami, mulai dari Rp 350K per bulan.
Yuk bergabung bersama Sailly Trading Hub sekarang dan temukan sendiri komunitas trader yang dinamis dan mendukung. Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan trading Anda, serta memperluas jaringan Anda dengan para profesional dan sesama trader. Kunjungi situs web kami dan daftar sekarang juga! Sailly Trading Hub
